PKKS SPENSAKU 2024 - BUKTI DUKUNG SOSIAL

Data: BUKTI DUKUNG SOSIAL

Kompetensi Indikator Kompetensi Sub-Indikator Kompetensi Sumber Data Bukti dukung
2. Sosial 2.1. Pemberday aanwarga satuan pendidikan untuk meningkatk ankualitas pembelajara n. 2.1.1. Pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan 1. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) atau lembaga terkait lainnya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam berbagai bidang.
Workshop, seminar, dan lokakarya yang mengedepankan metodologi pembelajaran terkini, teknologi pendidikan, serta keterampilan pedagogik.
2. Peningkatan Kesejahteraan Guru Tunjangan profesi guru, yang diberikan kepada guru yang memenuhi kualifikasi tertentu dan sudah memiliki sertifikat profesi.
Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebagian anggarannya digunakan untuk kesejahteraan guru serta pengembangan kualitas pembelajaran.
Insentif daerah yang diberikan oleh beberapa pemerintah daerah untuk guru di daerah terpencil atau daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
3. Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Kurikulum Kurtilas (Kurikulum 2013) yang bertujuan untuk menumbuhkan kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, mengharuskan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berbasis pada keterampilan hidup dan karakter.
Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan kepada guru untuk lebih fleksibel dalam mengatur strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal.
4. Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Program digitalisasi pendidikan yang meliputi penyediaan perangkat teknologi, pelatihan guru dalam penggunaan alat pembelajaran berbasis teknologi, serta pengintegrasian pembelajaran daring untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas.
Program Asesmen Nasional (AN) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang menuntut guru untuk lebih menguasai teknologi digital dan metode pembelajaran yang inovatif.
5. Kebijakan Pemerintah tentang Sertifikasi Guru Proses sertifikasi yang berdasarkan pada uji kompetensi, portofolio, dan penilaian profesional guru.
6. Kolaborasi dan Dukungan Komunitas Pendidikan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) sebagai wadah guru untuk berkolaborasi dan berdiskusi tentang pembelajaran.
Komunitas belajar yang memungkinkan guru untuk terus belajar dari sesama, berbagi strategi pengajaran efektif, dan menghadapi tantangan bersama-sama.
7. Evaluasi dan Pengawasan Supervisi pendidikan yang dilakukan oleh pengawas pendidikan untuk memastikan guru mengikuti standar kualitas dalam pembelajaran dan membantu mereka dalam meningkatkan kompetensinya.
Asesmen Pendidikan Nasional yang menjadi acuan untuk mengukur sejauh mana kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
2.1.2. Pemberdayaan orangtua/wali untuk peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan 1. Pelibatan Orangtua dalam Proses Pembelajaran Peran aktif orangtua dalam kegiatan sekolah seperti menghadiri rapat komite sekolah, pertemuan orangtua-guru, dan seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah
Keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
2. Penyediaan Program Pelatihan dan Seminar untuk Orangtua Pelatihan keterampilan orangtua
Seminar tentang pendidikan karakter dan mental anak
Seminar atau workshop parenting yang difasilitasi oleh psikolog atau ahli pendidikan
3. Kolaborasi dalam Pemantauan dan Evaluasi Pembelajaran Sistem pemantauan progres pembelajaran ana
Penilaian berbasis portofolio yang melibatkan orangtua
Pertemuan rutin orangtua-guru (seperti parent-teacher conference) untuk membahas kemajuan akademis anak
4. Meningkatkan Komunikasi antara Sekolah dan Orangtua Penggunaan media komunikasi digital (misalnya WhatsApp, email, atau aplikasi khusus sekolah)
Buku penghubung atau diary sekolah yang digunakan oleh orangtua untuk berkomunikasi langsung dengan guru mengenai kegiatan yang dilakukan anak di sekolah atau jika ada masalah yang perlu diselesaikan.
Penguatan forum orangtua di setiap sekolah, seperti membentuk komite orangtua yang bertugas untuk menyampaikan aspirasi orangtua kepada pihak sekolah dan sebaliknya. Komite ini juga bisa membantu dalam merencanakan kegiatan yang melibatkan orangtua dan masyarakat.
5. Partisipasi Orangtua dalam Pengembangan Kurikulum dan Kebijakan Sekolah Keterlibatan orangtua dalam diskusi kebijakan sekolah seperti perubahan kurikulum, penerapan metode pengajaran baru, atau evaluasi kualitas pendidikan di sekolah. Hal ini memungkinkan orangtua memberikan masukan tentang kebutuhan dan harapan mereka terhadap pendidikan anak.
Umpan balik orangtua dalam perencanaan program sekolah seperti program remedial atau bimbingan khusus untuk siswa yang memerlukan perhatian lebih. Orangtua dapat memberikan perspektif tambahan tentang masalah yang dihadapi oleh anak-anak mereka.
6. Program Kerja Sama antara Sekolah dan Komunitas Kemitraan dengan organisasi masyarakat atau lembaga pendidikan untuk mengadakan program-program yang melibatkan orangtua dalam pendidikan, seperti program beasiswa untuk anak yang kurang mampu, atau program pelatihan keterampilan bagi orangtua yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung pendidikan anak.
Acara sosial atau penggalangan dana untuk mendukung fasilitas pendidikan di sekolah, yang melibatkan partisipasi aktif orangtua dalam merencanakan dan menyukseskan acara.
7. Meningkatkan Kepedulian Orangtua terhadap Kesejahteraan Sosial dan Emosional Anak Pendekatan inklusif yang melibatkan orangtua dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak. Sekolah dapat mengadakan sesi konseling yang melibatkan orangtua untuk membantu mereka mengenali tanda-tanda stres atau masalah emosional pada anak.
Program dukungan untuk keluarga kurang mampu, di mana orangtua diberikan informasi tentang akses pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak mereka atau tentang cara-cara mendukung anak yang mengalami kesulitan sosial dan akademik.
8.Pemberdayaan Orangtua melalui Kebijakan Pendidikan Program literasi digital untuk orangtua yang memperkenalkan mereka pada pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran anak di rumah. Ini juga mencakup pemahaman orangtua mengenai keamanan digital bagi anak.
Bantuan dari pemerintah atau lembaga pendidikan terkait: Beberapa sekolah mengadakan program bantuan untuk orangtua seperti pelatihan gratis atau subsidi biaya pendidikan untuk membantu orangtua agar bisa memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak mereka.
2.2. Kolaborasi untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan. 2.2.1. Komunikasi efektif dengan warga satuan pendidikan yang mengarahpadapeningkatankualitassatuanpendidikan. 1. Dokumentasi Pertemuan Orangtua dan Guru (Parent-Teacher Meeting) Dokumentasi rapat orangtua-guru: Foto atau notulen rapat yang menunjukkan keterlibatan orangtua dalam diskusi mengenai kemajuan akademis siswa, serta strategi yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak. Ini termasuk pertemuan bulanan atau triwulanan yang diadakan oleh sekolah.
Agenda rapat yang mencakup pembahasan mengenai rencana pengajaran, program remedial, atau kegiatan sekolah yang melibatkan orangtua.
Surat undangan kepada orangtua yang menjelaskan tujuan dan pentingnya pertemuan tersebut untuk mendiskusikan kemajuan dan tantangan yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran.
2. Laporan Keterlibatan Orangtua dalam Kegiatan Sekolah Laporan kegiatan partisipasi orangtua yang menyebutkan jumlah orangtua yang hadir dan terlibat dalam kegiatan tertentu, seperti seminar pendidikan, lokakarya orangtua, atau acara sekolah lainnya. Laporan ini dapat mencakup informasi tentang bagaimana orangtua memberikan masukan atau membantu memfasilitasi kegiatan.
Bukti partisipasi orangtua dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembelajaran, seperti orangtua yang berperan aktif dalam acara perayaan, lomba, atau program sosial sekolah.
Formulir partisipasi orangtua yang diisi oleh orangtua untuk menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung proses pendidikan di sekolah.
3. Survei atau Kuesioner Kepuasan Orangtua Hasil survei kepuasan orangtua terkait dengan kualitas pembelajaran, komunikasi dengan guru, dan kegiatan sekolah. Survei ini dapat menunjukkan bagaimana orangtua merasa lebih terlibat dalam pendidikan anak mereka dan seberapa besar mereka merasa didukung oleh sekolah.
Kuesioner evaluasi partisipasi orangtua yang diisi oleh orangtua untuk memberikan umpan balik mengenai program-program yang diadakan oleh sekolah untuk mendukung keterlibatan mereka.
4. Dokumentasi Pelatihan dan Seminar untuk Orangtua Foto dan laporan kegiatan seminar atau pelatihan orangtua tentang cara mendukung pendidikan anak di rumah, seperti pelatihan mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran atau cara membimbing anak dalam tugas sekolah.
Materi seminar atau workshop yang dibagikan kepada orangtua, mencakup topik-topik seperti strategi pembelajaran di rumah, pengelolaan waktu belajar, atau cara mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.
5. Program Pembelajaran Berbasis Komunitas Laporan kegiatan program literasi atau numerasi untuk orangtua dan anak yang dilaksanakan oleh sekolah atau lembaga pendidikan. Misalnya, jika sekolah mengadakan kelas bimbingan bagi orangtua tentang cara mendampingi anak belajar di rumah.
Kerja sama dengan masyarakat atau lembaga pendidikan lain yang melibatkan orangtua dalam program-program pengembangan kualitas pembelajaran, seperti penggalangan dana atau program pengajaran yang melibatkan orangtua sebagai fasilitator.
6. Penyusunan Kebijakan dan Kurikulum Bersama Dokumen hasil musyawarah orangtua dan sekolah mengenai kebijakan pendidikan atau perubahan kurikulum di sekolah. Misalnya, jika sekolah melibatkan orangtua dalam proses revisi kurikulum atau pemilihan metode pengajaran tertentu.
Laporan masukan orangtua terhadap pengembangan kurikulum atau program sekolah yang diterima oleh sekolah dan kemudian diterapkan dalam pembelajaran. Ini menunjukkan adanya saluran komunikasi yang baik antara sekolah dan orangtua dalam pengambilan keputusan pendidikan.
7. Dokumentasi Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Digital Bukti penggunaan aplikasi pembelajaran yang melibatkan orangtua untuk memantau perkembangan akademik anak, seperti aplikasi yang menunjukkan nilai harian, tugas yang harus dikerjakan, atau catatan khusus dari guru.
Laporan atau screenshot dari aplikasi yang menunjukkan keterlibatan orangtua dalam memantau tugas-tugas sekolah dan memberi umpan balik atau dukungan kepada anak.
8. Bukti Keterlibatan Orangtua dalam Program Pengembangan Karakter Dokumentasi program pengembangan karakter yang melibatkan orangtua, seperti seminar atau pelatihan tentang pentingnya pendidikan karakter di rumah dan bagaimana orangtua dapat membantu mengembangkan nilai-nilai positif pada anak.
Catatan aktivitas karakter yang berisi catatan tentang bagaimana orangtua mendukung pengembangan karakter anak di rumah, misalnya dengan mendampingi anak dalam kegiatan sosial atau mengajarkan nilai-nilai moral.
9. Bukti Penggunaan Buku Penghubung Orangtua Foto buku penghubung atau diary sekolah yang digunakan oleh orangtua untuk berkomunikasi langsung dengan guru mengenai perkembangan anak, termasuk catatan tentang perilaku, sikap, atau kegiatan belajar di rumah.
Dokumentasi komunikasi rutin antara orangtua dan guru melalui buku penghubung yang menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang baik antara rumah dan sekolah.
10. Program Remedial atau Bimbingan dengan Keterlibatan Orangtua Laporan program remedial yang melibatkan orangtua dalam mendampingi anak yang mengalami kesulitan belajar, misalnya melalui bimbingan belajar setelah jam sekolah.
Dokumentasi sesi konsultasi orangtua dengan guru mengenai upaya-upaya khusus yang dilakukan untuk membantu anak yang memiliki kesulitan belajar, serta peran orangtua dalam mendukung anak di rumah.
11. Surat atau Laporan Penghargaan untuk Orangtua Surat penghargaan kepada orangtua yang telah menunjukkan keterlibatan aktif dalam mendukung pembelajaran anak-anak mereka, seperti orangtua yang aktif dalam membantu anak belajar atau yang terlibat dalam kegiatan sekolah.
Laporan kegiatan orangtua yang sukses dalam mendukung pembelajaran atau program-program sekolah, yang menunjukkan hasil positif dari keterlibatan mereka.
2.2.2. Pengorganisasian tugas-tugas bersama warga satuan pendidikan untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan. 1. Dokumentasi Rapat Koordinasi Warga Satuan Pendidikan Notulen rapat koordinasi antara pihak sekolah (guru, kepala sekolah, dan staf administrasi) dengan orangtua dan komunitas. Rapat ini dapat mencakup pembahasan mengenai visi dan misi sekolah, pembagian tugas dalam kegiatan sekolah, serta strategi yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Agenda rapat yang menjelaskan pembahasan tentang pengorganisasian tugas, perencanaan kegiatan bersama, dan evaluasi hasil program yang sudah berjalan.
Dokumentasi foto atau video rapat yang menunjukkan keterlibatan warga satuan pendidikan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan bersama.
2. Pembagian Tugas dalam Program Peningkatan Kualitas Sekolah Surat keputusan atau SK pembagian tugas yang ditetapkan oleh kepala sekolah untuk berbagai anggota warga satuan pendidikan (guru, staf administrasi, orangtua, dll.) terkait dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam program peningkatan kualitas sekolah.
Bukti pelaksanaan program peningkatan kualitas: Misalnya, kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah yang melibatkan guru, orangtua, dan siswa dalam program kebersihan dan penghijauan sekolah.
Formulir atau laporan evaluasi yang menunjukkan bagaimana setiap pihak yang terlibat dalam pengorganisasian tugas berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sekolah, seperti program literasi atau pengembangan fasilitas sekolah.
3. Dokumentasi Kegiatan Kerja Sama dengan Komite Sekolah Laporan kegiatan Komite Sekolah yang menunjukkan kolaborasi antara sekolah dan orangtua siswa dalam merencanakan serta mengimplementasikan program-program peningkatan kualitas pembelajaran.
Dokumentasi rapat kerja komite sekolah yang mencakup pembagian tugas dan tanggung jawab antara anggota komite, sekolah, dan orangtua dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Bukti partisipasi orangtua dalam perencanaan anggaran sekolah yang mendukung perbaikan fasilitas atau kegiatan pembelajaran.
4. Penyelenggaraan Pelatihan atau Workshop Bersama Laporan kegiatan pelatihan atau workshop yang melibatkan guru, orangtua, dan masyarakat sekitar tentang topik-topik yang relevan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, seperti teknologi pendidikan, manajemen kelas, atau keterampilan sosial-emosional.
Dokumentasi kegiatan pelatihan bersama antara guru dan orangtua mengenai pengajaran berbasis kompetensi atau pembelajaran berbasis proyek yang diorganisir oleh sekolah.
Materi pelatihan yang dibagikan kepada peserta yang menunjukkan kolaborasi antara warga satuan pendidikan dalam mengembangkan kapasitas mereka untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
5. Penyelenggaraan Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bukti pelaksanaan program-program peningkatan pembelajaran yang melibatkan kolaborasi antara semua pihak, misalnya, program kelas tambahan atau remedial yang diorganisasi bersama oleh guru dan orangtua.
Laporan kegiatan evaluasi program yang menunjukkan bagaimana warga satuan pendidikan berkolaborasi dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran, seperti hasil ujian, tes kompetensi, atau umpan balik dari siswa dan orangtua.
Bukti dokumentasi kegiatan monitoring dan evaluasi program peningkatan kualitas pendidikan yang melibatkan peran serta guru, orangtua, dan masyarakat, untuk menilai keberhasilan atau hambatan yang ada dalam program tersebut.
6. Penyusunan dan Implementasi Kurikulum Bersama Dokumen atau laporan rapat kurikulum yang menunjukkan keterlibatan warga satuan pendidikan dalam merancang, menyusun, dan menyesuaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tujuan peningkatan kualitas pendidikan.
Dokumentasi pembentukan tim kurikulum yang berfungsi untuk merancang kurikulum berbasis kompetensi, yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan orangtua.
Bukti implementasi kurikulum yang menekankan pada pengorganisasian tugas yang melibatkan kolaborasi antara guru dan orangtua dalam mendukung penerapan kurikulum berbasis hasil belajar siswa.
7. Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Sekolah Laporan kegiatan pengelolaan dana dan fasilitas sekolah yang melibatkan warga satuan pendidikan, termasuk orangtua dan masyarakat, untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah yang mendukung pembelajaran, seperti pembangunan ruang kelas, pembelian alat pendidikan, atau renovasi fasilitas sekolah.
Dokumentasi keterlibatan orangtua dalam penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan sekolah yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, seperti program literasi, kegiatan ekstrakurikuler, atau bimbingan belajar.
Laporan penggunaan dana atau anggaran yang menunjukkan transparansi dalam pengelolaan anggaran untuk kegiatan yang berkaitan dengan kualitas pendidikan.
8. Program Penguatan Karakter dan Budaya Sekolah Bukti pelaksanaan program penguatan karakter yang melibatkan semua pihak di satuan pendidikan, seperti guru, orangtua, dan siswa dalam membentuk nilai-nilai karakter yang positif di sekolah.
Laporan kegiatan budaya sekolah yang menunjukkan keterlibatan warga sekolah dalam menciptakan budaya yang mendukung kualitas pendidikan, seperti kegiatan seni, olahraga, atau program kepemimpinan siswa.
Dokumentasi partisipasi orangtua dan guru dalam pelaksanaan program pendidikan karakter, seperti dalam kegiatan sehari-hari, program moral dan sosial, atau pengembangan sikap disiplin siswa.
9. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut Dokumen laporan evaluasi yang mencatat kemajuan yang dicapai dalam program peningkatan kualitas pendidikan dan mencantumkan kontribusi berbagai pihak dalam pengorganisasian tugas bersama.
Rencana tindak lanjut yang mencakup strategi dan pembagian tugas untuk program-program yang belum berhasil atau membutuhkan perbaikan lebih lanjut, seperti pertemuan antara guru, kepala sekolah, dan orangtua untuk merumuskan langkah-langkah selanjutnya.
10. Penyelenggaraan Program Pengembangan Profesionalisme Guru Dokumentasi kegiatan pengembangan profesi guru yang melibatkan warga satuan pendidikan dalam pelatihan atau seminar yang berfokus pada peningkatan kompetensi pengajaran.
Laporan kegiatan mentoring atau coaching antar guru yang dilakukan untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan demi meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah.
2.2.3. Inisiatif berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama dalampeningkatankualitas satuan pendidikan. 1. Dokumentasi Pengorganisasian Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran Laporan program peningkatan kualitas pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak di sekolah. Misalnya, pengorganisasian kelas tambahan atau remedial bagi siswa yang memerlukan bimbingan ekstra untuk mencapai standar pembelajaran.
Notulen rapat perencanaan program pembelajaran yang menunjukkan inisiatif pihak sekolah, orangtua, dan siswa untuk memperbaiki hasil belajar siswa, termasuk pembagian tugas dalam pelaksanaan program tersebut.
Bukti keterlibatan orangtua dalam program pembelajaran yang meliputi pertemuan rutin antara guru dan orangtua untuk mendiskusikan perkembangan siswa dan merencanakan langkah-langkah bersama yang perlu diambil.
2. Inisiatif Pengembangan Kurikulum atau Program Pembelajaran Dokumen atau laporan revisi kurikulum yang menunjukkan bahwa pihak sekolah dan guru melakukan inisiatif untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Bukti pelaksanaan kurikulum berbasis proyek atau tematik yang melibatkan kerjasama antara guru dan orangtua untuk menyusun dan melaksanakan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta mendukung pengembangan kompetensi sosial dan akademik mereka.
Hasil pertemuan antara guru dan komite sekolah dalam merumuskan kebijakan atau kurikulum yang mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik, termasuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan zaman, seperti penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
3. Penyelenggaraan Program Pengembangan Profesionalisme Guru Bukti pelaksanaan pelatihan atau workshop untuk guru yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan kompetensi profesional, seperti pelatihan pengajaran berbasis teknologi, manajemen kelas, atau strategi pembelajaran inklusif.
Laporan kegiatan mentoring antar guru untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Misalnya, mentoring yang difasilitasi oleh kepala sekolah atau guru senior untuk guru baru.
Evaluasi hasil pelatihan yang menunjukkan dampak dari inisiatif pelatihan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, seperti peningkatan keterampilan mengajar atau penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif.
4. Program Peningkatan Fasilitas dan Infrastruktur Sekolah Laporan kegiatan penggalangan dana atau bantuan untuk fasilitas sekolah yang melibatkan kerjasama antara pihak sekolah dan masyarakat. Misalnya, kegiatan penggalangan dana oleh orangtua dan alumni untuk pembangunan ruang kelas, laboratorium, atau perpustakaan yang lebih baik.
Dokumentasi kerja sama dengan pihak ketiga (sponsor atau lembaga lain) yang menunjukkan kontribusi eksternal dalam meningkatkan fasilitas pendidikan, seperti donasi buku, alat belajar, atau renovasi fasilitas yang mendukung kualitas pembelajaran.
Laporan hasil perbaikan fasilitas yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan, seperti renovasi ruang kelas yang lebih nyaman dan kondusif untuk pembelajaran.
5. Inisiatif Peningkatan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler atau proyek bersama siswa yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan non-akademik dan karakter siswa, seperti klub sains, literasi, atau program pengembangan diri.
Bukti penyelenggaraan program pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa secara aktif dalam menentukan tema atau topik yang akan dipelajari, serta mendokumentasikan proses dan hasilnya.
Laporan evaluasi hasil belajar siswa yang menunjukkan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa sebagai dampak dari inisiatif pemberian tugas proyek atau kegiatan yang mendorong kreativitas siswa.
6. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dokumentasi kegiatan penguatan karakter yang melibatkan seluruh warga sekolah, seperti program anti-bullying, pendidikan lingkungan hidup, atau kegiatan sosial yang melibatkan siswa, guru, dan orangtua.
Laporan program sekolah ramah anak yang menunjukkan kolaborasi antara sekolah dan orangtua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter positif siswa.
Bukti penerapan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti penerapan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama melalui kegiatan-kegiatan sekolah.
7. Program Kolaborasi dengan Komunitas atau Lembaga Pendidikan Lain Laporan program kemitraan sekolah dengan lembaga pendidikan lain yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, seperti kerjasama dengan universitas untuk pelatihan guru atau program magang siswa.
Dokumentasi program pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa dan guru dalam kegiatan yang mendukung komunitas sekitar, seperti pemberian pelatihan kepada masyarakat atau kerjasama dengan instansi pemerintah dalam menyelenggarakan program pendidikan bagi masyarakat.
Bukti hasil kerjasama dengan komunitas yang menunjukkan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, seperti adanya acara seminar atau pelatihan yang melibatkan masyarakat dan orangtua.
8. Penyusunan dan Pelaksanaan Program Sekolah Sehat Dokumen program sekolah sehat yang melibatkan warga sekolah dalam menjaga kesehatan fisik dan mental siswa, seperti kegiatan olahraga rutin, penyuluhan gizi, dan pemantauan kesehatan.
Laporan kegiatan kesehatan yang melibatkan orangtua dan siswa, seperti seminar kesehatan atau pembentukan kelompok olahraga siswa yang dapat meningkatkan kualitas fisik dan mental mereka.
Bukti partisipasi orangtua dalam program sekolah sehat yang menunjukkan kontribusi mereka dalam mendukung kegiatan kesehatan, seperti menyediakan makanan bergizi untuk acara sekolah atau berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk fasilitas kesehatan di sekolah.
9. Pengorganisasian Program Sekolah Penggerak atau Sekolah Model Dokumentasi kegiatan Sekolah Penggerak yang melibatkan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan metode pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Laporan hasil evaluasi program Sekolah Penggerak yang menunjukkan keberhasilan atau perbaikan setelah program diimplementasikan, seperti peningkatan kualitas pembelajaran atau penguatan budaya belajar di sekolah.
Bukti partisipasi guru, siswa, dan orangtua dalam merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat mengubah sekolah menjadi lebih inklusif dan inovatif dalam pengajaran.
10. Dokumentasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Laporan kegiatan pengembangan kapasitas tenaga pendidik yang menunjukkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di sekolah, seperti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mengajar, manajemen kelas, atau penggunaan teknologi pendidikan.
Bukti evaluasi hasil pelatihan bagi tenaga pengajar yang melibatkan guru dalam berbagai jenis pelatihan atau workshop yang berfokus pada pengembangan diri untuk mendukung tujuan pendidikan yang lebih baik.
2,3. Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas untuk peningkatan kualitas satuan pendidikan. 2.3.1. Berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi dan jejaring yanglebih luas untuk peningkatan kualitas kepemimpinandisatuanpendidikan 1. Dokumentasi Keanggotaan dan Partisipasi dalam Organisasi Profesi Surat keanggotaan dalam organisasi profesi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asosiasi Kepala Sekolah (AKS), atau organisasi lainnya yang terkait dengan pendidikan dan kepemimpinan. Surat ini dapat menunjukkan keterlibatan aktif kepala sekolah atau guru dalam organisasi yang berfokus pada pengembangan profesionalisme.
Sertifikat keikutsertaan dalam kegiatan organisasi profesi yang menyelenggarakan seminar, lokakarya, atau konferensi terkait dengan manajemen pendidikan dan kepemimpinan.
Laporan kegiatan organisasi profesi yang menunjukkan peran aktif kepala sekolah dalam kegiatan seperti diskusi profesional, pelatihan, atau workshop yang berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan.
2. Bukti Partisipasi dalam Seminar, Workshop, dan Pelatihan Kepemimpinan Sertifikat atau tanda bukti keikutsertaan dalam seminar atau workshop yang diselenggarakan oleh organisasi profesi atau lembaga pendidikan lainnya yang membahas topik-topik terkait kepemimpinan pendidikan, manajemen sekolah, inovasi dalam pendidikan, dan strategi peningkatan kualitas pendidikan.
Foto dokumentasi dari kegiatan seminar atau workshop yang menunjukkan kepala sekolah atau pemimpin pendidikan lainnya berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, baik sebagai peserta maupun sebagai pembicara/pemateri.
Laporan kegiatan pelatihan atau workshop yang diikuti oleh kepala sekolah dan anggota tim manajemen sekolah, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan yang efektif dan pengelolaan sumber daya pendidikan.
Surat undangan atau konfirmasi partisipasi dalam forum jejaring pendidikan yang diadakan oleh lembaga pendidikan, pemerintah, atau lembaga swasta. Misalnya, forum diskusi kepala sekolah, pelatihan berbasis jejaring yang mempertemukan kepala sekolah dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam kepemimpinan pendidikan.
3. Bukti Keterlibatan dalam Jejaring Pendidikan (Networking) Laporan kegiatan jejaring pendidikan yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah berkolaborasi dengan kepala sekolah lain, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk saling bertukar pengalaman dan strategi dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pembelajaran di sekolah.
Dokumentasi pertemuan jejaring pendidikan yang menunjukkan interaksi antara kepala sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk dinas pendidikan, lembaga pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, dan sektor swasta.
4. Kegiatan Mentoring atau Coaching Kepemimpinan Laporan atau bukti partisipasi dalam program mentoring yang menunjukkan kepala sekolah atau pemimpin pendidikan lainnya menerima bimbingan dari mentor berpengalaman untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka. Hal ini bisa meliputi coaching oleh kepala sekolah senior atau praktisi pendidikan yang berkompeten.
Dokumentasi kegiatan mentoring yang menunjukkan interaksi antara kepala sekolah dengan mentor, serta upaya mereka dalam meningkatkan kinerja dan manajemen sekolah melalui pembelajaran berbasis mentoring.
Bukti keberhasilan program coaching yang mengarah pada peningkatan kinerja kepala sekolah dalam mengelola pendidikan dan memimpin tim pendidikan di sekolah.
5. Publikasi dan Kontribusi dalam Jurnal atau Forum Pendidikan Artikel atau tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal pendidikan yang terkait dengan kepemimpinan dan pengelolaan pendidikan, baik di media internal sekolah maupun di jurnal pendidikan nasional atau internasional. Artikel ini bisa mencakup pemikiran, penelitian, atau pengalaman kepemimpinan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Presentasi atau makalah yang disampaikan di konferensi pendidikan tentang kepemimpinan atau inovasi dalam manajemen pendidikan yang berfokus pada praktik terbaik dalam kepemimpinan sekolah.
Bukti partisipasi dalam publikasi yang menunjukkan kontribusi aktif kepala sekolah dalam menyebarkan pengetahuan dan pengalaman seputar pengelolaan sekolah dan pengembangan kualitas pendidikan.
6. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Lain Dokumentasi kerja sama dengan universitas atau lembaga pendidikan lain untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pengelolaan sekolah. Misalnya, kolaborasi dalam program pelatihan kepemimpinan atau bimbingan bagi kepala sekolah oleh universitas atau lembaga pendidikan tinggi.
Laporan proyek kolaboratif antar sekolah atau lembaga pendidikan yang melibatkan kepala sekolah dalam jejaring kolaborasi untuk menciptakan program pendidikan yang lebih inovatif dan efektif.
Surat perjanjian atau MoU dengan lembaga pendidikan yang menunjukkan adanya kesepakatan untuk pengembangan kapasitas kepemimpinan dan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai inisiatif bersama.
7. Kegiatan Sosialisasi dan Penyebaran Informasi di Komunitas Pendidikan Laporan kegiatan sosialisasi atau seminar pendidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk berbagi pengetahuan tentang pengelolaan pendidikan dan kepemimpinan kepada guru-guru lain, kepala sekolah lain, atau masyarakat pendidikan pada umumnya.
Dokumentasi foto atau video kegiatan seminar yang diselenggarakan kepala sekolah yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan dan pengelolaan pendidikan yang melibatkan guru, orangtua, dan komunitas pendidikan.
Laporan kegiatan pendidikan berbasis komunitas yang diorganisir oleh kepala sekolah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, seperti forum diskusi pendidikan atau pelatihan untuk orangtua dan masyarakat.
8. Bukti Partisipasi dalam Program Pendidikan Bersertifikat Sertifikat dari lembaga pendidikan atau pemerintah yang menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengikuti program pendidikan atau pelatihan khusus yang berfokus pada peningkatan kualitas kepemimpinan pendidikan, seperti program pendidikan berkelanjutan atau program pengembangan kepala sekolah.
Laporan hasil pelatihan kepemimpinan pendidikan yang menunjukkan keberhasilan program yang telah diikuti, seperti peningkatan kinerja manajerial atau keberhasilan dalam mengimplementasikan perubahan di sekolah.
9. Kegiatan Penyuluhan atau Pendidikan kepada Masyarakat Bukti partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pendidikan kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan peran kepemimpinan dalam kesuksesan sekolah.
Dokumentasi dari program pendidikan berbasis masyarakat yang melibatkan kepala sekolah dalam memberikan pendidikan dan pengarahan kepada masyarakat sekitar mengenai kebijakan pendidikan dan peran sekolah dalam pengembangan masyarakat.
2.3.2. Berbagi praktik baik dan karya tentang kepemimpinan satuan pendidikan untukpeningkatankualitas satuan pendidikan yang berpusat padapesertadidik 1. Dokumentasi Program Pembelajaran Berpusat pada Siswa Laporan program pembelajaran berbasis siswa yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah dan guru mengimplementasikan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) atau pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa secara aktif.
Dokumentasi foto atau video dari kegiatan pembelajaran yang menunjukkan siswa berperan aktif dalam proses belajar, misalnya, dalam diskusi kelompok, eksperimen, atau presentasi proyek.
Bukti evaluasi hasil pembelajaran berbasis peserta didik, yang menunjukkan peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran, serta keberhasilan mereka dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan.
2. Publikasi atau Artikel Tentang Kepemimpinan Pendidikan Artikel atau publikasi yang dipublikasikan dalam jurnal pendidikan, majalah pendidikan, atau di blog pribadi yang membahas praktik kepemimpinan pendidikan yang berfokus pada pengembangan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa. Artikel ini bisa mencakup inovasi yang dilakukan oleh kepala sekolah atau guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa.
Laporan karya kepemimpinan yang dipublikasikan di media lokal atau nasional, yang menggambarkan langkah-langkah konkret yang diambil oleh kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan siswa.
Sertifikat atau pengakuan atas kontribusi dalam berbagi praktik kepemimpinan, misalnya, kepala sekolah yang dipilih untuk berbicara atau menjadi panelis dalam konferensi atau seminar pendidikan tentang kepemimpinan yang berpusat pada siswa.
3. Pelatihan dan Workshop Berbasis Kepemimpinan Pendidikan Laporan atau sertifikat pelatihan yang diikuti kepala sekolah atau guru tentang kepemimpinan pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi mereka untuk memimpin pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pelatihan ini bisa mencakup tema seperti manajemen kelas berbasis peserta didik, pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran, atau pembelajaran inklusif.
Dokumentasi workshop atau seminar yang diadakan oleh kepala sekolah atau guru untuk berbagi praktik baik dengan kolega di sekolah atau di luar sekolah. Kegiatan ini bisa berupa lokakarya tentang penerapan model pembelajaran berpusat pada siswa, seperti flipped classroom atau pembelajaran berbasis masalah.
Laporan hasil pelatihan dan umpan balik dari peserta yang menunjukkan bagaimana pelatihan atau workshop tersebut memengaruhi kualitas kepemimpinan dan kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keberhasilan siswa.
4. Kolaborasi dan Pembelajaran Antar Sekolah Dokumentasi kerjasama dengan sekolah lain dalam berbagi praktik baik terkait kepemimpinan pendidikan. Misalnya, kepala sekolah yang mengadakan pertukaran praktik dengan kepala sekolah lain dalam hal manajemen pembelajaran yang berfokus pada siswa, atau mengorganisir pelatihan bersama bagi guru-guru dari beberapa sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis siswa.
Laporan kegiatan observasi dan benchmarking antar sekolah yang menunjukkan bagaimana pengalaman dan praktik terbaik dari sekolah lain diadopsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Bukti dokumentasi kegiatan seminar atau konferensi yang dihadiri oleh kepala sekolah atau guru yang membahas kepemimpinan pendidikan dengan tema berpusat pada siswa, dan bagaimana hasil seminar tersebut diterapkan di sekolah untuk meningkatkan proses pembelajaran.
5. Pengembangan Kurikulum yang Berfokus pada Peserta Didik Dokumen perencanaan dan implementasi kurikulum yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah dan guru mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum yang berfokus pada kebutuhan dan potensi siswa, dengan mempertimbangkan keterampilan abad 21, pengembangan karakter, dan pembelajaran berbasis kompetensi.
Bukti laporan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pada pengembangan keterampilan kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif siswa, serta bagaimana kurikulum tersebut diadaptasi untuk memastikan relevansi dan efektivitas pembelajaran.
Laporan evaluasi kurikulum yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah atau guru mengevaluasi dan memperbaiki kurikulum agar lebih berpusat pada peserta didik dan lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
6. Inovasi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik Dokumentasi penerapan teknologi dalam pembelajaran yang berfokus pada siswa, misalnya penggunaan platform pembelajaran online, aplikasi pendidikan, atau penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Laporan proyek berbasis siswa yang menunjukkan bagaimana siswa mengambil peran penting dalam merancang dan melaksanakan proyek-proyek yang mengembangkan kreativitas dan pemikiran kritis mereka, seperti pameran sains atau pembuatan aplikasi berbasis teknologi.
Bukti dari kegiatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) atau flipped classroom yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah nyata dan relevan dengan kehidupan mereka, dengan fokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
7. Partisipasi dalam Forum Pendidikan dan Kepemimpinan Laporan atau bukti partisipasi kepala sekolah dalam forum pendidikan atau konferensi kepemimpinan pendidikan yang membahas bagaimana kepemimpinan yang berfokus pada peserta didik dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Hal ini dapat mencakup presentasi praktik baik yang telah dilakukan di sekolah, seperti pengelolaan kelas berbasis peserta didik, atau penciptaan budaya sekolah yang mendukung pembelajaran aktif.
Dokumentasi foto atau video dari presentasi atau diskusi panel yang dilakukan kepala sekolah di seminar atau konferensi tentang kepemimpinan pendidikan yang berfokus pada peserta didik, yang menunjukkan pembelajaran dan berbagi pengalaman dengan peserta lainnya.
8. Program Pengembangan Kepemimpinan Siswa Dokumentasi program pengembangan kepemimpinan siswa yang diinisiasi oleh kepala sekolah dan diikuti oleh siswa, seperti program mentoring siswa, komite siswa, atau siswa sebagai agen perubahan di sekolah. Program ini memberikan siswa peran aktif dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan berbagai aspek kehidupan sekolah.
Laporan evaluasi program kepemimpinan siswa yang menunjukkan bagaimana siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka dan bagaimana program ini mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan dan potensi siswa.
9. Bukti Kolaborasi dengan Orangtua dan Masyarakat Laporan kegiatan kemitraan dengan orangtua dan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Ini bisa berupa forum orangtua, pertemuan diskusi mengenai perkembangan siswa, atau program pelibatan masyarakat dalam pendidikan.
Dokumentasi kegiatan bersama antara sekolah dan orangtua, seperti pelatihan bagi orangtua untuk mendukung pembelajaran anak-anak mereka di rumah, atau kegiatan yang melibatkan orangtua dalam proses pembelajaran di sekolah, seperti kunjungan orangtua ke kelas atau kerja sama dalam kegiatan ekstrakurikuler.