PKKS SPENSAKU 2024 - 3.1.1

Data: 3.1.1

3.1.1. Kepemimpinansatuanpendidikandalammewujudkanvisi yangberpusatpadapesertadidikdenganmelibatkan wargasatuanpendidikan 1. Penyusunan Visi dan Misi Sekolah yang Inklusif dan Berpusat pada Peserta Didik Proses Penyusunan Visi Bersama: Kepala sekolah mengajak seluruh warga satuan pendidikan, termasuk guru, staf, siswa, dan orang tua, untuk berpartisipasi dalam penyusunan visi dan misi sekolah. Ini dilakukan melalui forum diskusi, rapat bersama, atau survei untuk menggali harapan dan aspirasi semua pihak terkait perkembangan pendidikan di sekolah. Proses ini menunjukkan bahwa visi sekolah dikembangkan secara partisipatif, mencerminkan kepedulian terhadap kebutuhan dan kepentingan peserta didik. https://drive.google.com/drive/folders/1D-SsZYCa8PZRgjuMhTVZRPmNUz2v6qe9?usp=drive_link
Pemutakhiran Visi Secara Berkala: Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah dalam melakukan evaluasi dan pemutakhiran visi secara berkala, untuk memastikan bahwa visi yang ada selalu relevan dengan perkembangan kebutuhan peserta didik dan tuntutan dunia pendidikan. https://drive.google.com/drive/folders/1D-SsZYCa8PZRgjuMhTVZRPmNUz2v6qe9?usp=drive_link
2. Penerapan Kebijakan Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik Kebijakan Pembelajaran yang Inovatif dan Partisipatif: Kepala sekolah mengimplementasikan kebijakan yang mengutamakan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), pembelajaran berbasis teknologi, dan pembelajaran kolaboratif. Kebijakan ini melibatkan guru, siswa, dan orang tua dalam perencanaan dan implementasi pembelajaran, serta menempatkan siswa sebagai agen utama dalam proses pembelajaran. https://drive.google.com/drive/folders/1MtjTFSbNMBYZ-N991gWVdn-6T6BerVfs?usp=drive_link
Feedback dari Siswa dan Orang Tua: Kepala sekolah membuka saluran untuk mendapatkan umpan balik dari siswa dan orang tua mengenai kualitas pembelajaran yang diterima oleh siswa. Ini menunjukkan bahwa kebijakan pembelajaran yang diterapkan selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan siswa sebagai pihak yang paling terdampak. https://drive.google.com/drive/folders/1MtjTFSbNMBYZ-N991gWVdn-6T6BerVfs?usp=drive_link
3. Mengaktifkan Peran Komite Sekolah dalam Pengambilan Keputusan Peran Aktif Komite Sekolah: Kepala sekolah melibatkan komite sekolah yang terdiri dari orang tua siswa, guru, dan masyarakat sekitar untuk memberikan masukan terkait kebijakan sekolah. Komite sekolah ini berfungsi sebagai wadah untuk mendiskusikan kebijakan pendidikan, program sekolah, dan strategi pengembangan yang berfokus pada kesejahteraan dan perkembangan peserta didik. https://drive.google.com/drive/folders/1UFZKLtAHCrePYAh2Z-LIKf3xSnjjpd2R?usp=drive_link
Pertemuan Rutin dengan Orang Tua dan Warga Sekolah: Kepala sekolah secara rutin mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas perkembangan siswa dan mendengarkan masukan mengenai kebijakan pendidikan yang ada. Hal ini mencerminkan kepemimpinan yang inklusif, di mana seluruh warga satuan pendidikan dilibatkan dalam upaya mencapai tujuan bersama. https://drive.google.com/drive/folders/1UFZKLtAHCrePYAh2Z-LIKf3xSnjjpd2R?usp=drive_link
4. Kolaborasi antara Guru dan Siswa dalam Merancang Kegiatan Ekstrakurikuler Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler yang Berbasis Minat Siswa: Kepala sekolah mendukung kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam merancang dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Siswa dilibatkan dalam pemilihan jenis kegiatan yang mereka minati, sementara guru memberikan bimbingan untuk memastikan kegiatan tersebut mendukung pengembangan keterampilan dan karakter siswa. https://drive.google.com/drive/folders/14gNxgPweHIOVkLq7bQGSawK6N1Q4jGTk?usp=drive_link
Program Mentoring antara Guru dan Siswa: Kepala sekolah mendukung program mentoring di mana guru menjadi pembimbing bagi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, membantu mereka dalam mengembangkan bakat dan minat yang dapat meningkatkan kepercayaan diri serta potensi pribadi siswa. https://drive.google.com/drive/folders/14gNxgPweHIOVkLq7bQGSawK6N1Q4jGTk?usp=drive_link
5. Peningkatan Kualitas Kepemimpinan melalui Pelatihan dan Pengembangan Bersama Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru dan Staf: Kepala sekolah menyelenggarakan pelatihan tentang kepemimpinan partisipatif bagi guru dan staf sekolah untuk membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Guru diberdayakan untuk mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan merespons perubahan kebutuhan siswa. https://drive.google.com/drive/folders/1UB-niaB33aHDOqL4e6jW--eeTyTSfI8M?usp=drive_link
Pelatihan untuk Siswa dalam Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan: Kepala sekolah juga mengembangkan program pelatihan kepemimpinan bagi siswa, di mana mereka belajar tentang cara membuat keputusan yang bermanfaat bagi komunitas sekolah, mengorganisir kegiatan, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah. https://drive.google.com/drive/folders/1UB-niaB33aHDOqL4e6jW--eeTyTSfI8M?usp=drive_link
6. Pengembangan Program Sosial yang Berpusat pada Kesejahteraan Siswa Program Kesejahteraan Sosial dan Psikologis untuk Siswa: Kepala sekolah mengembangkan program kesejahteraan sosial yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung aspek psikologis dan sosial peserta didik. Misalnya, menyediakan layanan konseling, kelompok pendukung untuk siswa yang menghadapi tantangan pribadi, atau mengadakan workshop mengenai keterampilan sosial bagi siswa. https://drive.google.com/drive/folders/1KMYwMxWxFoq32V66_a_CZMS5DhwqQE55?usp=drive_link
Keterlibatan Siswa dalam Kegiatan Sosial: Kepala sekolah mendorong siswa untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian sosial yang mengembangkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Program seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga melibatkan seluruh warga sekolah dalam menciptakan atmosfer positif yang mendukung kesejahteraan peserta didik. https://drive.google.com/drive/folders/1KMYwMxWxFoq32V66_a_CZMS5DhwqQE55?usp=drive_link
7. Peningkatan Kolaborasi antara Sekolah dan Masyarakat dalam Mendukung Visi Sekolah Kerjasama dengan Lembaga dan Organisasi Masyarakat: Kepala sekolah menjalin kerjasama dengan lembaga masyarakat, seperti LSM, perusahaan lokal, dan pemerintah daerah untuk mendukung implementasi visi sekolah yang berpusat pada siswa. Misalnya, mengundang tenaga ahli dari luar untuk memberikan pelatihan keterampilan atau program mentoring bagi siswa. https://drive.google.com/drive/folders/1gX5Bzuq4hUilrlwIa1X5wTLkEUj8iccb?usp=drive_link
Keterlibatan Masyarakat dalam Kegiatan Sekolah: Kepala sekolah mengadakan acara sekolah terbuka yang mengundang orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, seperti pameran karya siswa, hari olahraga, atau festival seni. Kegiatan ini mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat, serta menunjukkan bagaimana visi sekolah berfokus pada pengembangan potensi siswa. https://drive.google.com/drive/folders/1gX5Bzuq4hUilrlwIa1X5wTLkEUj8iccb?usp=drive_link
8. Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan Melalui Rapat Kolaboratif Rapat Kolaboratif untuk Evaluasi Program: Kepala sekolah rutin mengadakan rapat evaluasi dengan guru, staf, dan orang tua untuk menilai pencapaian visi sekolah dan dampaknya terhadap siswa. Dalam rapat tersebut, setiap pihak diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan mengusulkan perbaikan terhadap kebijakan dan program yang ada. https://drive.google.com/drive/folders/1WgSS7TVzmdQvTb7rfV8yK2_PIvQX4i-W?usp=drive_link
Melibatkan Siswa dalam Proses Evaluasi: Kepala sekolah juga melibatkan siswa dalam evaluasi program pendidikan, melalui survei kepuasan siswa atau kelompok diskusi untuk mendengar pendapat mereka mengenai bagaimana program yang ada memengaruhi pengalaman belajar mereka. Hal ini memastikan bahwa visi sekolah terus berkembang sesuai dengan kebutuhan siswa. https://drive.google.com/drive/folders/1WgSS7TVzmdQvTb7rfV8yK2_PIvQX4i-W?usp=drive_link