PKKS SPENSAKU 2024 - 1.1.2

Data: 1.1.2

1.1.2. Pengelolaan emosi dalammenjalankanperansebagai kepala sekolah 1. Dokumentasi Program atau Pelatihan Pengelolaan Emosi Sertifikat Pelatihan Pengelolaan Emosi: Sertifikat atau dokumen yang menunjukkan keikutsertaan kepala sekolah dalam pelatihan pengelolaan emosi atau pengembangan kecerdasan emosional (EQ), seperti pelatihan tentang manajemen stres, komunikasi efektif, dan resiliensi dalam kepemimpinan. https://drive.google.com/drive/folders/1Rb3IDFfsoHyic2rVwVYDRcJvn0yfpXq-?usp=drive_link
Laporan Pelatihan: Laporan yang menguraikan bagaimana pelatihan atau workshop yang diikuti memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola emosi untuk meningkatkan kinerja kepemimpinan dan hubungan interpersonal di sekolah. https://drive.google.com/drive/folders/1Rb3IDFfsoHyic2rVwVYDRcJvn0yfpXq-?usp=drive_link
2. Penerapan Pengelolaan Emosi dalam Situasi Sehari-hari Laporan Pengelolaan Konflik di Sekolah: Laporan yang menjelaskan bagaimana kepala sekolah mengelola konflik antara guru, antara Peserta Didik, atau antara Peserta Didik dan guru, menggunakan pendekatan yang berbasis pada pengelolaan emosi, seperti mendengarkan dengan empati, menjaga ketenangan, dan menemukan solusi bersama. https://drive.google.com/drive/folders/1sqE-on0ft1iZBqH1_oG2gLVQQIpqp5lC?usp=drive_link
Contoh Kasus Pengelolaan Emosi: Dokumentasi yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah menyelesaikan masalah atau tantangan yang melibatkan emosi yang kuat (misalnya, mengatasi ketegangan di antara staf setelah evaluasi kinerja atau menangani protes Peserta Didik terkait kebijakan baru) dengan menunjukkan pengelolaan emosi yang baik. https://drive.google.com/drive/folders/1sqE-on0ft1iZBqH1_oG2gLVQQIpqp5lC?usp=drive_link
3. Umpan Balik dari Guru dan Staf Survei Kepuasan atau Umpan Balik dari Staf: Hasil survei atau formulir umpan balik yang diberikan oleh guru dan staf yang menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola stres, mengatur emosi dalam situasi tegang, dan menunjukkan ketenangan serta kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. https://drive.google.com/drive/folders/1qwxVpTDBqbhb7xC4jqD4Fre8ngnfl4eG?usp=drive_link
Testimoni dari Guru dan Staf: Testimoni atau wawancara dari guru dan staf yang menceritakan pengalaman mereka mengenai bagaimana kepala sekolah mengelola emosi dalam mengatasi tantangan di sekolah, serta dampaknya terhadap lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif. https://drive.google.com/drive/folders/1qwxVpTDBqbhb7xC4jqD4Fre8ngnfl4eG?usp=drive_link
4. Contoh Pengelolaan Emosi dalam Kegiatan Rapat atau Pertemuan Notulen Rapat: Catatan atau notulen rapat yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah mengelola dinamika emosi dalam pertemuan dengan staf, misalnya saat menghadapi perbedaan pendapat yang kuat, kepala sekolah dapat menunjukkan ketenangan dan mengambil langkah untuk mengarahkan diskusi agar tetap produktif. https://drive.google.com/drive/folders/1eV6uqMwxgHUjj33mzEL5DZC-olO2Oc_y?usp=drive_link
Dokumentasi Kegiatan: Foto atau dokumentasi kegiatan rapat yang menggambarkan bagaimana kepala sekolah mengelola perasaan diri dan perasaan peserta rapat untuk menjaga suasana kondusif, misalnya dengan menggunakan teknik komunikasi non-verbal yang menunjukkan ketenangan dan empati. https://drive.google.com/drive/folders/1eV6uqMwxgHUjj33mzEL5DZC-olO2Oc_y?usp=drive_link
5. Pengelolaan Emosi dalam Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik Surat atau Komunikasi dengan Orang Tua: Bukti komunikasi kepala sekolah dengan orang tua Peserta Didik yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah mengelola emosi dalam menangani keluhan orang tua atau memberikan umpan balik kepada orang tua mengenai perilaku Peserta Didik atau hasil belajar mereka. Surat atau komunikasi yang menunjukkan pendekatan yang penuh empati dan solusi yang konstruktif. https://drive.google.com/drive/folders/1UCqZEHOag8G5o1l_cCv6vyneM9Fx-zc_?usp=drive_link
Dokumentasi Pertemuan dengan Orang Tua: Dokumentasi pertemuan atau diskusi dengan orang tua yang menunjukkan kemampuan kepala sekolah dalam menjaga ketenangan dan mengelola emosi, baik saat menghadapi orang tua yang marah atau kecewa, maupun saat memberikan saran dan solusi kepada mereka. https://drive.google.com/drive/folders/1UCqZEHOag8G5o1l_cCv6vyneM9Fx-zc_?usp=drive_link
6. Penerapan Strategi Mindfulness atau Kesejahteraan Emosional Program Mindfulness di Sekolah: Laporan atau dokumentasi mengenai implementasi program mindfulness atau kesejahteraan emosional yang diinisiasi oleh kepala sekolah untuk staf dan Peserta Didik, yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan emosi di lingkungan sekolah. https://drive.google.com/drive/folders/1yNqJ8NvAF81fLWKF_-_aD00XuEZFqWzT?usp=drive_link
Partisipasi dalam Latihan Kesejahteraan Emosional: Bukti keikutsertaan kepala sekolah dalam program atau kegiatan yang mempromosikan kesejahteraan emosional, seperti latihan pernapasan atau meditasi yang membantu meningkatkan kemampuan untuk mengelola stres dan emosi dalam keseharian. https://drive.google.com/drive/folders/1yNqJ8NvAF81fLWKF_-_aD00XuEZFqWzT?usp=drive_link
7. Bukti Pengelolaan Emosi dalam Menangani Krisis Dokumentasi Pengelolaan Krisis: Laporan tentang bagaimana kepala sekolah mengelola situasi krisis di sekolah, seperti kecelakaan Peserta Didik atau masalah serius yang melibatkan Peserta Didik dan keluarga, dengan menunjukkan kontrol emosi yang baik untuk menenangkan pihak terkait dan menemukan solusi yang tepat. https://drive.google.com/drive/folders/10Wtda3UlWZsdN5jHS4vxXRibHfhLgpAP?usp=drive_link
Umpan Balik dari Komite Krisis atau Tim Sekolah: Umpan balik dari tim krisis atau komite sekolah yang menilai kepemimpinan kepala sekolah dalam situasi krisis dan bagaimana kepala sekolah mengelola perasaan diri dan perasaan orang lain untuk memastikan respons yang bijaksana dan konstruktif. https://drive.google.com/drive/folders/10Wtda3UlWZsdN5jHS4vxXRibHfhLgpAP?usp=drive_link
8. Pengelolaan Emosi dalam Menjaga Hubungan dengan Peserta Didik Dokumentasi Kegiatan Pembinaan Peserta Didik: Laporan atau foto kegiatan yang menunjukkan kepala sekolah berinteraksi dengan Peserta Didik untuk memberikan dukungan emosional, misalnya dalam pembinaan karakter atau ketika mendengarkan keluh kesah Peserta Didik mengenai masalah pribadi atau akademik. https://drive.google.com/drive/folders/1Xpez_zhBVex8sLCR1s6p3pzkK8liyL62?usp=drive_link
Testimoni dari Peserta Didik: Umpan balik dari Peserta Didik yang menceritakan pengalaman mereka tentang bagaimana kepala sekolah menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan emosional mereka dan memberikan dukungan dengan cara yang empatik. https://drive.google.com/drive/folders/1Xpez_zhBVex8sLCR1s6p3pzkK8liyL62?usp=drive_link
9. Bukti Komunikasi Positif dalam Menghadapi Kritik Surat atau Email Tanggapan terhadap Kritik: Bukti komunikasi melalui surat atau email yang menunjukkan bagaimana kepala sekolah menangani kritik dengan sikap profesional dan emosional yang stabil, baik dari orang tua, guru, atau pihak lain. Tanggapan yang diberikan menunjukkan kemampuan kepala sekolah dalam merespons dengan bijak tanpa terbawa emosi. https://drive.google.com/drive/folders/1wKtLugPHKXXQV3j075jfH6vgulaJoBnY?usp=drive_link
Testimoni dari Rekan Kerja atau Pengawas: Testimoni atau wawancara dari rekan kerja atau pengawas yang memberikan umpan balik positif tentang bagaimana kepala sekolah menangani kritik atau tantangan dengan sikap terbuka dan pengelolaan emosi yang efektif. https://drive.google.com/drive/folders/1wKtLugPHKXXQV3j075jfH6vgulaJoBnY?usp=drive_link